Blog

  • Amankan Aksi Unjuk Rasa, Polda Metro Jaya Terjunkan 6.403 Personel Gabungan

    Amankan Aksi Unjuk Rasa, Polda Metro Jaya Terjunkan 6.403 Personel Gabungan

    Amankan Aksi Unjuk Rasa, Polda Metro Jaya Terjunkan 6.403 Personel Gabungan

     

    Amankan Aksi Unjuk Rasa, Polda Metro Jaya Terjunkan 6.403 Personel Gabungan
    .(Dok Humas Polri)

    Polda Metro Jaya mengerahkan total 6.403 personel gabungan untuk mengamankan dan melayani rangkaian kegiatan unjuk rasa yang berlangsung di sejumlah titik Ibu Kota pada Rabu (10/12). Personel gabungan ini berasal dari Polda Metro Jaya, Polres jajaran, Mabes Polri, serta unsur TNI.

    Temukan lebih banyak

     

    Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, menegaskan bahwa pengamanan difokuskan pada tindakan pre-emtif dan preventif dengan mengedepankan pendekatan humanis. Ia juga menginstruksikan seluruh personel agar tidak membawa maupun menggunakan senjata api.

    “Seluruh personel kami arahkan untuk mengutamakan pendekatan humanis, persuasif, dan profesional. Kami ingin memastikan ruang berekspresi publik tetap terjaga, namun tetap mengedepankan aspek keamanan dan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Budi Hermanto.

    Diperkirakan sekitar 2.500 peserta aksi mengikuti kegiatan yang tersebar di beberapa lokasi utama, antara lain Kompleks DPR/MPR RI, Kawasan Monas, Balai Kota DKI, Gedung ATR/BPN, dan Kedutaan Besar RRT

    Dalam rangka mengantisipasi kepadatan lalu lintas, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya juga menempatkan personel di titik rawan. Petugas disiagakan untuk melakukan pengaturan lalu lintas, rekayasa arus (bila diperlukan), serta memberikan informasi kondisi jalan kepada masyarakat.

    Budi mengimbau masyarakat yang tidak berkepentingan agar menghindari kawasan konsentrasi massa untuk mengurangi potensi kemacetan.

    “Kami mengimbau masyarakat yang melintas di sekitar kawasan aksi untuk menyesuaikan rute perjalanan. Petugas telah disiagakan untuk memberikan bantuan dan informasi arus lalu lintas secara situasional,” jelasnya.

    Polda Metro Jaya juga mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan layanan darurat 110 apabila membutuhkan bantuan atau melihat potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

  • Amankan Aksi Unjuk Rasa, Polda Metro Jaya Terjunkan 6.403 Personel Gabungan

    Amankan Aksi Unjuk Rasa, Polda Metro Jaya Terjunkan 6.403 Personel Gabungan

    Amankan Aksi Unjuk Rasa, Polda Metro Jaya Terjunkan 6.403 Personel Gabungan

     

    Amankan Aksi Unjuk Rasa, Polda Metro Jaya Terjunkan 6.403 Personel Gabungan
    .(Dok Humas Polri)

    Polda Metro Jaya mengerahkan total 6.403 personel gabungan untuk mengamankan dan melayani rangkaian kegiatan unjuk rasa yang berlangsung di sejumlah titik Ibu Kota pada Rabu (10/12). Personel gabungan ini berasal dari Polda Metro Jaya, Polres jajaran, Mabes Polri, serta unsur TNI.

    Temukan lebih banyak

     

    Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, menegaskan bahwa pengamanan difokuskan pada tindakan pre-emtif dan preventif dengan mengedepankan pendekatan humanis. Ia juga menginstruksikan seluruh personel agar tidak membawa maupun menggunakan senjata api.

    “Seluruh personel kami arahkan untuk mengutamakan pendekatan humanis, persuasif, dan profesional. Kami ingin memastikan ruang berekspresi publik tetap terjaga, namun tetap mengedepankan aspek keamanan dan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Budi Hermanto.

    Diperkirakan sekitar 2.500 peserta aksi mengikuti kegiatan yang tersebar di beberapa lokasi utama, antara lain Kompleks DPR/MPR RI, Kawasan Monas, Balai Kota DKI, Gedung ATR/BPN, dan Kedutaan Besar RRT

    Dalam rangka mengantisipasi kepadatan lalu lintas, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya juga menempatkan personel di titik rawan. Petugas disiagakan untuk melakukan pengaturan lalu lintas, rekayasa arus (bila diperlukan), serta memberikan informasi kondisi jalan kepada masyarakat.

    Budi mengimbau masyarakat yang tidak berkepentingan agar menghindari kawasan konsentrasi massa untuk mengurangi potensi kemacetan.

    “Kami mengimbau masyarakat yang melintas di sekitar kawasan aksi untuk menyesuaikan rute perjalanan. Petugas telah disiagakan untuk memberikan bantuan dan informasi arus lalu lintas secara situasional,” jelasnya.

    Polda Metro Jaya juga mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan layanan darurat 110 apabila membutuhkan bantuan atau melihat potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

  • Polda Metro Jaya Ucapkan Terima Kasih atas Pelaksanaan Aksi Damai di Silang Monas Selatan

    Polda Metro Jaya Ucapkan Terima Kasih atas Pelaksanaan Aksi Damai di Silang Monas Selatan

    Polda Metro Jaya Ucapkan Terima Kasih atas Pelaksanaan Aksi Damai di Silang Monas Selatan

    Jakarta – Polda Metro Jaya menyampaikan apresiasi kepada massa aksi Gerakan Buruh Bersama Rakyat (GEBRAK) yang menggelar unjuk rasa secara tertib dan damai di kawasan Silang Monas Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (10/12/2025). Aksi yang berlangsung sejak siang tersebut terpantau berlangsung lancar, tanpa adanya gangguan menonjol.

    Untuk memberikan pelayanan pengamanan, Polda Metro Jaya mengerahkan sekitar 200 personel Polri, dengan Kapolsek Metro Gambir Kompol Rezeki R. Respati sebagai pengendali lapangan. Sepanjang kegiatan, situasi tetap aman dan kondusif, sementara arus penyampaian pendapat di muka umum dapat berjalan sesuai ketentuan.

    Sebagai bentuk kepedulian, personel Polri juga membagikan snack roti dan air mineral kemasan kepada peserta aksi. Pendekatan humanis ini menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi positif dan memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung nyaman bagi masyarakat.

    Kabidhumas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta aksi yang telah menjaga ketertiban selama menyampaikan aspirasi. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara peserta aksi dan Polri menjadi faktor penting terciptanya suasana aman dan damai.

    Selain itu, Polda Metro Jaya juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang aktivitas maupun perjalanannya sempat terdampak. Penyesuaian lalu lintas yang dilakukan di sekitar lokasi aksi bertujuan memastikan penyampaian pendapat dapat berlangsung dengan aman dan tertib.

  • Polda Metro Jaya Ucapkan Terima Kasih atas Pelaksanaan Aksi Damai di Silang Monas Selatan

    Polda Metro Jaya Ucapkan Terima Kasih atas Pelaksanaan Aksi Damai di Silang Monas Selatan

    Jakarta – Polda Metro Jaya menyampaikan apresiasi kepada massa aksi Gerakan Buruh Bersama Rakyat (GEBRAK) yang menggelar unjuk rasa secara tertib dan damai di kawasan Silang Monas Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (10/12/2025). Aksi yang berlangsung sejak siang tersebut terpantau berlangsung lancar, tanpa adanya gangguan menonjol.

    Untuk memberikan pelayanan pengamanan, Polda Metro Jaya mengerahkan sekitar 200 personel Polri, dengan Kapolsek Metro Gambir Kompol Rezeki R. Respati sebagai pengendali lapangan. Sepanjang kegiatan, situasi tetap aman dan kondusif, sementara arus penyampaian pendapat di muka umum dapat berjalan sesuai ketentuan.

    Sebagai bentuk kepedulian, personel Polri juga membagikan snack roti dan air mineral kemasan kepada peserta aksi. Pendekatan humanis ini menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi positif dan memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung nyaman bagi masyarakat.

    Kabidhumas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta aksi yang telah menjaga ketertiban selama menyampaikan aspirasi. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara peserta aksi dan Polri menjadi faktor penting terciptanya suasana aman dan damai.

    Selain itu, Polda Metro Jaya juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang aktivitas maupun perjalanannya sempat terdampak. Penyesuaian lalu lintas yang dilakukan di sekitar lokasi aksi bertujuan memastikan penyampaian pendapat dapat berlangsung dengan aman dan tertib.

  • Polda Metro Jaya Ucapkan Terima Kasih atas Pelaksanaan Aksi Damai di Silang Monas Selatan

    Polda Metro Jaya Ucapkan Terima Kasih atas Pelaksanaan Aksi Damai di Silang Monas Selatan

    Polda Metro Jaya Ucapkan Terima Kasih atas Pelaksanaan Aksi Damai di Silang Monas Selatan

    Jakarta – Polda Metro Jaya menyampaikan apresiasi kepada massa aksi Gerakan Buruh Bersama Rakyat (GEBRAK) yang menggelar unjuk rasa secara tertib dan damai di kawasan Silang Monas Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (10/12/2025). Aksi yang berlangsung sejak siang tersebut terpantau berlangsung lancar, tanpa adanya gangguan menonjol.

    Untuk memberikan pelayanan pengamanan, Polda Metro Jaya mengerahkan sekitar 200 personel Polri, dengan Kapolsek Metro Gambir Kompol Rezeki R. Respati sebagai pengendali lapangan. Sepanjang kegiatan, situasi tetap aman dan kondusif, sementara arus penyampaian pendapat di muka umum dapat berjalan sesuai ketentuan.

    Sebagai bentuk kepedulian, personel Polri juga membagikan snack roti dan air mineral kemasan kepada peserta aksi. Pendekatan humanis ini menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi positif dan memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung nyaman bagi masyarakat.

    Kabidhumas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta aksi yang telah menjaga ketertiban selama menyampaikan aspirasi. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara peserta aksi dan Polri menjadi faktor penting terciptanya suasana aman dan damai.

    Selain itu, Polda Metro Jaya juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang aktivitas maupun perjalanannya sempat terdampak. Penyesuaian lalu lintas yang dilakukan di sekitar lokasi aksi bertujuan memastikan penyampaian pendapat dapat berlangsung dengan aman dan tertib.

  • Aksi Heroik Tangan Kapolsek Kemayoran Robek Tertimpa Kaca saat Lindungi Petugas di Kebakaran Terra Drone

    Aksi Heroik Tangan Kapolsek Kemayoran Robek Tertimpa Kaca saat Lindungi Petugas di Kebakaran Terra Drone

    Sejumlah petugas gabungan mengevakuasi korban kebakaran ruko Terra Drone di kawasan Cempaka Putih, Jakarta, Selasa (09/12/2025). (Hanung Hambara/ Jawa Pos)
    Sejumlah petugas gabungan mengevakuasi korban kebakaran ruko Terra Drone di kawasan Cempaka Putih, Jakarta, Selasa (09/12/2025).

     

    Proses evakuasi kebakaran di ruko Terra Drone, Jalan Letjen Suprapto, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (9/12), memakan korban tambahan. Kapolsek Kemayoran, Kompol Agung Adriansyah, mengalami luka serius saat membantu penyelamatan.

    Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Budi Prasetya menjelaskan, Kapolsek Kemayoran terkena pecahan kaca besar yang jatuh dari lantai atas saat proses evakuasi berlangsung.

    “Kapolsek Kemayoran tangannya robek terkena kaca yang jatuh dari atas saat proses evakuasi,” ucap AKBP Budi Prasetya, Selasa (9/12).

    Ia menambahkan, insiden tersebut terjadi saat petugas damkar memecahkan kaca ruko untuk mengeluarkan asap dan mempermudah penyelamatan.

    “Saat ini kapolsek sedang menjalani operasi di RS Islam,” singkatnya.

    Menurut Budi, Kapolsek Agung terluka ketika mencoba melindungi petugas lain yang berada di bawah. Upaya tersebut justru membuat tangannya terkena hantaman pecahan kaca.

    “Tangan yang kena tapi saya tidak terlalu tahu tangan yang mana yang kena kaca,” ucapnya.

    Diketahui, sebanyak 22 orang tewas dalam insiden kebakaran ini. Dengan rincian, sebanyak 15 orang pekerja wanita dan 7 orang pekerja pria.

    Diduga kebakaran dipicu dari ledakan baterai drone yang tersimpan di kantor tersebut.

  • Aksi Heroik Tangan Kapolsek Kemayoran Robek Tertimpa Kaca saat Lindungi Petugas di Kebakaran Terra Drone

    Aksi Heroik Tangan Kapolsek Kemayoran Robek Tertimpa Kaca saat Lindungi Petugas di Kebakaran Terra Drone

    Sejumlah petugas gabungan mengevakuasi korban kebakaran ruko Terra Drone di kawasan Cempaka Putih, Jakarta, Selasa (09/12/2025). (Hanung Hambara/ Jawa Pos)
    Sejumlah petugas gabungan mengevakuasi korban kebakaran ruko Terra Drone di kawasan Cempaka Putih, Jakarta, Selasa (09/12/2025).

     

    Proses evakuasi kebakaran di ruko Terra Drone, Jalan Letjen Suprapto, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (9/12), memakan korban tambahan. Kapolsek Kemayoran, Kompol Agung Adriansyah, mengalami luka serius saat membantu penyelamatan.

    Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Budi Prasetya menjelaskan, Kapolsek Kemayoran terkena pecahan kaca besar yang jatuh dari lantai atas saat proses evakuasi berlangsung.

    “Kapolsek Kemayoran tangannya robek terkena kaca yang jatuh dari atas saat proses evakuasi,” ucap AKBP Budi Prasetya, Selasa (9/12).

    Ia menambahkan, insiden tersebut terjadi saat petugas damkar memecahkan kaca ruko untuk mengeluarkan asap dan mempermudah penyelamatan.

    “Saat ini kapolsek sedang menjalani operasi di RS Islam,” singkatnya.

    Menurut Budi, Kapolsek Agung terluka ketika mencoba melindungi petugas lain yang berada di bawah. Upaya tersebut justru membuat tangannya terkena hantaman pecahan kaca.

    “Tangan yang kena tapi saya tidak terlalu tahu tangan yang mana yang kena kaca,” ucapnya.

    Diketahui, sebanyak 22 orang tewas dalam insiden kebakaran ini. Dengan rincian, sebanyak 15 orang pekerja wanita dan 7 orang pekerja pria.

    Diduga kebakaran dipicu dari ledakan baterai drone yang tersimpan di kantor tersebut.

  • Aksi Heroik Tangan Kapolsek Kemayoran Robek Tertimpa Kaca saat Lindungi Petugas di Kebakaran Terra Drone

    Aksi Heroik Tangan Kapolsek Kemayoran Robek Tertimpa Kaca saat Lindungi Petugas di Kebakaran Terra Drone

    Sejumlah petugas gabungan mengevakuasi korban kebakaran ruko Terra Drone di kawasan Cempaka Putih, Jakarta, Selasa (09/12/2025). (Hanung Hambara/ Jawa Pos)
    Sejumlah petugas gabungan mengevakuasi korban kebakaran ruko Terra Drone di kawasan Cempaka Putih, Jakarta, Selasa (09/12/2025).

     

    Proses evakuasi kebakaran di ruko Terra Drone, Jalan Letjen Suprapto, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (9/12), memakan korban tambahan. Kapolsek Kemayoran, Kompol Agung Adriansyah, mengalami luka serius saat membantu penyelamatan.

    Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Budi Prasetya menjelaskan, Kapolsek Kemayoran terkena pecahan kaca besar yang jatuh dari lantai atas saat proses evakuasi berlangsung.

    “Kapolsek Kemayoran tangannya robek terkena kaca yang jatuh dari atas saat proses evakuasi,” ucap AKBP Budi Prasetya, Selasa (9/12).

    Ia menambahkan, insiden tersebut terjadi saat petugas damkar memecahkan kaca ruko untuk mengeluarkan asap dan mempermudah penyelamatan.

    “Saat ini kapolsek sedang menjalani operasi di RS Islam,” singkatnya.

    Menurut Budi, Kapolsek Agung terluka ketika mencoba melindungi petugas lain yang berada di bawah. Upaya tersebut justru membuat tangannya terkena hantaman pecahan kaca.

    “Tangan yang kena tapi saya tidak terlalu tahu tangan yang mana yang kena kaca,” ucapnya.

    Diketahui, sebanyak 22 orang tewas dalam insiden kebakaran ini. Dengan rincian, sebanyak 15 orang pekerja wanita dan 7 orang pekerja pria.

    Diduga kebakaran dipicu dari ledakan baterai drone yang tersimpan di kantor tersebut.

  • Heroik, Tangan Kapolsek Kemayoran Robek Tertimpa Kaca saat Lindungi Petugas di Kebakaran Terra Drone

    Heroik, Tangan Kapolsek Kemayoran Robek Tertimpa Kaca saat Lindungi Petugas di Kebakaran Terra Drone

    Sejumlah petugas gabungan mengevakuasi korban kebakaran ruko Terra Drone di kawasan Cempaka Putih, Jakarta, Selasa (09/12/2025). (Hanung Hambara/ Jawa Pos)
    Sejumlah petugas gabungan mengevakuasi korban kebakaran ruko Terra Drone di kawasan Cempaka Putih, Jakarta, Selasa (09/12/2025).

     

    Proses evakuasi kebakaran di ruko Terra Drone, Jalan Letjen Suprapto, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (9/12), memakan korban tambahan. Kapolsek Kemayoran, Kompol Agung Adriansyah, mengalami luka serius saat membantu penyelamatan.

    Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Budi Prasetya menjelaskan, Kapolsek Kemayoran terkena pecahan kaca besar yang jatuh dari lantai atas saat proses evakuasi berlangsung.

    “Kapolsek Kemayoran tangannya robek terkena kaca yang jatuh dari atas saat proses evakuasi,” ucap AKBP Budi Prasetya, Selasa (9/12).

    Ia menambahkan, insiden tersebut terjadi saat petugas damkar memecahkan kaca ruko untuk mengeluarkan asap dan mempermudah penyelamatan.

    “Saat ini kapolsek sedang menjalani operasi di RS Islam,” singkatnya.

    Menurut Budi, Kapolsek Agung terluka ketika mencoba melindungi petugas lain yang berada di bawah. Upaya tersebut justru membuat tangannya terkena hantaman pecahan kaca.

    “Tangan yang kena tapi saya tidak terlalu tahu tangan yang mana yang kena kaca,” ucapnya.

    Diketahui, sebanyak 22 orang tewas dalam insiden kebakaran ini. Dengan rincian, sebanyak 15 orang pekerja wanita dan 7 orang pekerja pria.

    Diduga kebakaran dipicu dari ledakan baterai drone yang tersimpan di kantor tersebut.

  • Heroik, Tangan Kapolsek Kemayoran Robek Tertimpa Kaca saat Lindungi Petugas di Kebakaran Terra Drone

    Heroik, Tangan Kapolsek Kemayoran Robek Tertimpa Kaca saat Lindungi Petugas di Kebakaran Terra Drone

    Sejumlah petugas gabungan mengevakuasi korban kebakaran ruko Terra Drone di kawasan Cempaka Putih, Jakarta, Selasa (09/12/2025). (Hanung Hambara/ Jawa Pos)
    Sejumlah petugas gabungan mengevakuasi korban kebakaran ruko Terra Drone di kawasan Cempaka Putih, Jakarta, Selasa (09/12/2025).

     

    Proses evakuasi kebakaran di ruko Terra Drone, Jalan Letjen Suprapto, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (9/12), memakan korban tambahan. Kapolsek Kemayoran, Kompol Agung Adriansyah, mengalami luka serius saat membantu penyelamatan.

    Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Budi Prasetya menjelaskan, Kapolsek Kemayoran terkena pecahan kaca besar yang jatuh dari lantai atas saat proses evakuasi berlangsung.

    “Kapolsek Kemayoran tangannya robek terkena kaca yang jatuh dari atas saat proses evakuasi,” ucap AKBP Budi Prasetya, Selasa (9/12).

    Ia menambahkan, insiden tersebut terjadi saat petugas damkar memecahkan kaca ruko untuk mengeluarkan asap dan mempermudah penyelamatan.

    “Saat ini kapolsek sedang menjalani operasi di RS Islam,” singkatnya.

    Menurut Budi, Kapolsek Agung terluka ketika mencoba melindungi petugas lain yang berada di bawah. Upaya tersebut justru membuat tangannya terkena hantaman pecahan kaca.

    “Tangan yang kena tapi saya tidak terlalu tahu tangan yang mana yang kena kaca,” ucapnya.

    Diketahui, sebanyak 22 orang tewas dalam insiden kebakaran ini. Dengan rincian, sebanyak 15 orang pekerja wanita dan 7 orang pekerja pria.

    Diduga kebakaran dipicu dari ledakan baterai drone yang tersimpan di kantor tersebut.